Tips dan Langkah-langkah dalam Memotret Makro

Standard

Belajar dan mendalami teknik pemotretan fotografi makro sangatlah menyenangkan dan membuka wawasan pengetahuan fotografi yang akan anda pilih seperti teknik memotret fotografi dengan biaya yang murah, seperti menggunakan reversed ring dan lain sebagai-nya. Dan juga fotografi makro juga sangat menyenangkan dan merupakan salah satu cabang dari fotografi murni.

Dalam beberapa kamera baik itu kamera DSLR/SLR dan kamera poket, ada fitur dan tombol penggunaan untuk melakukan pemotretan makro. Tapi ada beberapa hal yang harus anda perhatikan untuk melakukan pemotrean makro, sebagai berikut ini :

A. Aktifkan/Gunakan Fitur Tombol Makro

Untuk beberapa pemula yang ingin secara tanpa berfikir, mungkin sebaiknya juga bisa menggunakan fitur tersebut daripada menggunakan secara manual pengaturan fokusnya. Dan dalam fitur ini pengaturan-nya akan mendekati ke objek yang akan di potret.

B. Gunakan Tripod

Untuk beberapa teknik pemotretan makro, khususnya yang bukan benda bergerak/mati sebaiknya menggunakan tripod untuk menghindari hasil photo/gambar yang kurang fokus (karena pada saat memegang kamera bisa saja, pada saat memotret tangan tidak dalam kondisi stabil dan mengakibatkan gambar/photo blur/kabur. Sedangkan untuk benda bergerak seperti hewan terbang baik itu serangga dan lain-lain tidak memungkinkan memakai tripod tapi bisa menggunakan flash/lampu kilat.

C. Gunakan Lampu Kilat

Untuk beberapa hal, dalam pemotretan di bidang makro, khususnya memotret hewan yang ada di lingkungan luar/alam terbuka tidak serta merta juga menggunakan lampu kilat, tetapi untuk  memperoleh hasil yang optimal juga memerlukan lampu kilat, dan penggunaan lampu kilat tersebut bisa ditambahkan reflektor/kertas putih untuk menghindari keras-nya hasil lampu kilat yang dihasilkan, oleh sebab itu diperlukan kertas putih/reflektor untuk memperhalus intensitas cahaya lampu kilat yang dipancarkan pada saat pemotretan, secara teknis penggunaan lampu kilat bisa dipelajari di manual book-nya/buku petunjuknya.

D. Pemilihan Titik Fokus

Untuk memotret di fotografi makro bisa menggunakan secara manual untuk pemilihan fokusnya atau secara otomatis pemilihan fokus-nya, tetapi untuk penggunaan secara manual akan lebih menyesuaikan dengan tingkat kedalaman titik fokus yang akan di potret (objeknya), sehingga akan lebih tepat bila menggunakan secara manual titik fokus-nya, terutama untuk pemotretan benda yang tidak bergerak dan anda bisa secara leluasa mengatur tingkat kedalaman fokus-nya dan depth of fieldnya (jarak terdekat dan terjauh dari objek yang akan dipotret dimana titik fokusnya juga di atur dari kamera sehingga akan memberikan ruang ketajaman dan lebar dari suatu objek yang akan dipotret).

E. Komposisi

Dalam fotografi makro juga mengenal komposisi sepertiga dan jenis komposisi lainnya, seperti komposisi close-up dan sebisa mungkin objek yang akan dipotret dalam fotografi makro bisa menempatkan fokus yang menarik serta detail yang baik.

F. Self Timer

Penggunaan self timer (pengoperasian dilakukan oleh kamera, dimana ada waktu delay/jeda pada saat pemotretan sehingga sang fotografer juga bisa ikut difoto) yang mana untuk menghindari getaran dan goyangan pada saat pemotretan dan pada saat menekan tombol di kamera (proses saat dimana pengambilan gambar terjadi dan saat tirai rana buka dan tutup). Dan satu hal penggunaan tripod yang kokoh dan berdiri pada posisi yang datar akan menghasilkan komposisi yang baik dan benar.

Okay, sampai jumpa lagi dengan tulisan saya..best wishes Noorvan Mardi Prasetyo – Ovan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s