Monthly Archives: August 2012

Cara Penulisan Array di PHP (How to write an Array in PHP)

Standard

Array adalah tipe data yang merupakan himpunan nilai yang terkandung dalam sebuah variabel. Masing-masing anggota himpunan dapat dikenali dengan key sebagai identitas yang melekat pada nama variabel. Key dapat berupa integer positif atau string. Pola penulisan key adalah sebagai berikut :

$namavariabel [key] = “data array”;

Sebagai berikut saya berikan contoh, yakni himpunan beberapa merk/brand sepatu (sport/olahraga) yang terkenal di dunia :

$sepatu [0] = “Nike”;

$sepatu [1] = “Adidas”;

$sepatu [2] = “Puma”;

$sepatu [3] = “Diadora”;

$sepatu [4] = “Umbro”;

$sepatu [5] = “Lotto”;

Advertisements

My Golf Bag

Standard

this is my golf bag and it is not quite heavy.

23076089-21757-Mr Noorvan Mardi PRASETYOAs i was a kid. I have been playing some sports by myself and of course i learnt by reading and practicing with my fellows or alone. Golf is one of my hobby and i played twice in Elsternwick and once in Albert Park. I consider about my sticks from Taylor Burner and Cobra (Brands). In my opinion golf is very simple for me and my power for tee off (Driver/Wood 1) is no longer enough because of my small body, but i can make a straight output (Straight Distance).

By the way, perhaps i will show my video about how to swing by using driver wood 5, pitching and sand. You can take a look at my personal homepage at http://www.noorvanphoto.com

Soccer, swimming, ping pong, softball, and so on. All of kind sport that i have already mentioned before, i learnt by myself and improved by myself. But, i am not good in Badminton and tennis.

That’s my acceptance letter and i have already paid for the fee/tuition (only 3-4 months) but i will study by myself. Kalau cuman master/S2 Post graduate sudah aku dapatkan, bahkan belajar mengimprovisasi sendiri. Buat aku ngapain gelar sampai tinggi, tapi kelakuan bejat dan penipu (tidak setia) siapapun, jangan mentang mentang gelar bangsawan atau raja sekalipun minta dihormati tapi kelakuan nothing spesial. Shame on you, malu aku lihat kelakuan kayak begitu. Seperti pepatah, siapa menabur duluan dia akan menanggung akibatnya, karena ada sebab dan akibat.

Pendidikan berlandaskan Kreatifitas dan integrasi-nya Menggunakan Teknologi Interaktif

Standard

I am sorry at this time, i don’t want to speak or write in English. Otherwise, i hereby understand what people doing or saying in their conversation or class. For me, i have been learning English since 1988 (i forgot exactly),but it was when i was an Elementary School.As you know, i have never seen many Australian Kids try to speak Indonesian Language, so in my opinion, i think Indonesian Pupils or students still the best because they are trying to learn English. Just in case, this would be my advantages or added value (plus) if i can speak English Fluently. As i said before, if you are Indonesian or Asian People, in my opinion, i am bigger than you as i can understand or speak in your language.

Saya sih tidak munafik, semua orang pastinya pingin hidup juga di atas rata-rata, tapi saya pribadi telah melalui proses yang cukup lama, bukan seperti aji mumpung atau sekedar tampil terus tenggelam seperti layaknya anda belajar musik atau olahraga, semua masih perlu di latih dan di asah setiap hari. Saya masih ingat, dulu ada teman yang membutuhkan jasa fotografi saya, mereka cuman bayar saya dengan traktir makanan dan minuman, tapi saya syukuri dan nikmati. Namun, ada kala-nya harus bersifat professional juga, nama-nya juga bekerja dan usaha. Istilah-nya Teman- teman, bisnis- bisnis.

Saya masih ingat dulu sewaktu kecil, belajar sendiri bahasa Inggris dan bahasa lain-nya secara mandiri. Membeli buku terbitan dari Lado ataupun lainnya seperti tiga serangkai, dan lain lain. Bahkan saya pernah ikut belajar bahasa Inggris di kampung saya di Kalimantan Timur, berangkat sendiri dan biaya yang dikeluarkan pada saat itu jauh berbeda dengan sekarang, dulu seingat saya bahkan tidak sampai jutaan, ya mungkin sekitar 50 ribu – 100 ribu per paket, 1-3 bulan. Sedangkan ini saya mengeluarkan uang sekitar $8,000 (Eight thousand dollars) for learning English.

Sedangkan saya pribadi kalau ingin memberikan pelajaran bahasa ke Anak murid seperti yang saya lakukan dahulu saat Kuliah Kerja Nyata (KKN UGM) saya lakukan dengan tulus karena saya ingin anak anak Indonesia yang ada menjadi Pintar. Itu saya sempat berikan pelajaran bahasa Inggris dasar ke anak anak tingkat SD. Jujur kalau saya punya studio alam atau halaman yang luas, saya akan buat sekolah Ketrampilan Prakarya,Seni dan Bahasa, sehingga anak anak menjadi kreatif. Dan saya rasa cukup mengajar 1- 2 jam (Seminggu 3-4 kali mengajar) baik itu di dalam kelas atau di luar kelas.

Bahkan, untuk biaya-pun tidak perlu membayar yang terlalu mahal, namun apabila ada anak kurang mampu dan otaknya cemerlang bisa tidak perlu membayar uang pendaftaran/sekolah, tetapi harus dibuktikan dengan surat keterangan keluarga tidak mampu yang otentik. Saya dan anda semua tahu, pendidikan itu memang mahal tapi alangkah baiknya pendidikan yang mahal itu di pangkas biaya-nya,

Seperti saya punya ide, mungkin buku buku yang bekas yang masih layak bisa dijadikan bahan kajian serta kertas kertas daur ulang bisa digunakan untuk membuat buku yang baru tanpa harus membuat dari kertas atau bahan baku yang baru.

Berdikari and Self Employee (Entrepreneurship)

Standard

Ternyata selama aku disini Melbourne berkarya dan punya working visa, bahkan membuat foto dan lain lain mengenai kota ini, pihak dari sini aku nilai miskin akan nilai seni bahkan membayar kepada saya pun tidak bisa, yang katanya mata uang Australia terbilang kuat dan banyak orang kaya disini, tapi nyata-nya dari semua transaksi yang ada di tabungan aku di Commonwealth bank, semua-nya dari Indonesia, tidak ada satupun dari pihak sini yang membayar saya, pertanda pihak Australia itu cuman omong belaka. Saya mau kembali ke Indonesia saja, mungkin rejeki saya ada disana, biarpun saya sudah sangat hafal dan familiar dengan suasana di Melbourne. Hampir kurang lebih 1,5 tahun tinggal disini. Teman saya dulu saja pernah mengatakan kepada saya, padahal kalau tinggal di luar negeri cari kerja dan uang gampang serta apresiasi terhadap karya dan bernilai jual tinggi, namun apa yang saya lihat dan rasakan berbeda, malah pihak sini yang terkesan membutuhkan uang dan tenaga, tapi ya itu tadi. Ada beberapa yang mencari uang dengan cara yang tidak masuk akal seperti membuat aturan yang tidak rasional. “Shame on you who creates the regulations or rules.”

Bahkan kemarin saja, ada perempuan local bule sini yang meminta minta uang ke saya seperti pengemis, saya sendiri saja bekerja, jadi mohon juga di hargai, bukan seperti itu meminta minta, istilahnya kalau anda bekerja sebagai tukang cuci atau apalah yang mudah, pastinya yang selayaknya di beri upah/uang dan lain sebagainya, jangan cuman minta minta saja seperti pengemis (Beggar).

Mungkin saja, karya yang saya buat bisa dijiplak orang lain tapi saya tidak tahu siapa yang menjiplak-nya baik itu logo, branding name, dan segala-nya. Kalau orang mengerti akan hak cipta sepatut-nya membeli hak karya tersebut sebagai royalty.

Mungkin kata hati lebih terpanggil untuk hidup di Indonesia. Ya, mudah mudahan setelah semua beres, segera aku pulang…aku juga bisa meneruskan usaha Fotografi,desain dan lain lain yang pernah aku jalanin. Berdikari intinya.

Terimakasih buat orang orang yang pernah aku kenal dan cukup baik.

My Dreams and Future Life

Standard

One of Australian Fly

My Photo

As i concern about my dreams and future life. Honestly, i am not interested in Politics but sometimes i can get influence from people who are trained in Politics, especially if they are well in manner and well dedicated.

Beberapa ada pahlawan Indonesia dan dari luar yang saya salut dan percaya akan sifat dan dedikasi-nya, biarpun saya tidak mengenal secara langsung, setidak-nya saya berusaha untuk menjadi diri saya sendiri dan menjadi Imam buat saya sendiri di kala saya bisa merenung,berfikir, bertindak dan berkarya atas apa yang telah diberikan sang pencipta kepada saya.

Pernah ada yang mengajak saya untuk ikut partai-nya pak Laksamana Sukardi di daerah pemilihan Kota Balikpapan (Kalimantan Timur) tempat saya tinggal, tapi saya tidak sangat tertarik.Kalau soal kemarin pada saat saya disini kok bisa bisa-nya dalam hati ini berkata jadilah presiden, ntah itu benar atau tidak, karena nama-nya nasib dan takdir juga atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Kulo mboten ngertos perihal nipun, gusti Allah sing ngaturaken.Seandai-nya saya diberi amanah untuk memimpin, seperti contoh di beri kekuasaan 2 periode, maka saya akan sadar akan berhenti setelah 2 periode (Presiden), menurut saya pribadi apalagi menjadi presiden di saat umur sudah lebih 60 tahun sangatlah tidak layak dari segi kesehatan dan akal pikiran, secara otak dan psikis, ideal-nya menurut saya seorang pemimpin atau presiden itu bisa di pilih saat umur kisaran 40an tahun.

Dulu saya pernah bercita cita sangat sederhana, karena dulu pernah ada yang tertarik dengan saya, ya cuman satu memiliki keluarga yang harmonis.Mencari teman yang abadi itu susah,tapi mencari musuh itu gampang sekali. Teman yang baik itu dikala susah,senang dijalanin bersama, that’s what i call long lasting friendship. Tapi ternyata hati ini belum terbuka lagi. Hal yang sangat manusiawi jikalau manusia di beri rasa kasih sayang,amarah,sedih dan lain sebagai-nya.

Karena keinginan saya adalah bisa memiliki ruang untuk berkarya,berkreasi dan transfer knowledge atau sharing pengetahuan ataupun teknologi yang saya pernah dapat dan pelajari baik secara otodidak maupun lewat pendidikan formal. Insya Allah, kalau Tuhan mengijinkan, saya ingin bisa mempunyai tempat sendiri (Rumah merangkap kantor/studio) dimana saya bebas berkreasi dan berimajinasi dengan kemampuan yang ada. Karena, dengan sumber daya manusia yang ada, pasti bisa menciptakan sesuatu setidaknya untuk diri sendiri.

Oya, beberapa pengalaman mengenai screen printing, banyak hal bisa di eksplorasi dari cetakan emboss, separasi half tone dan juga tebal tipis serta tinta yang dipakai serta bahan kain yang digunakan sangat mempengaruhi hasil jadi-nya.Mudah-mudahan nanti saya akan sharing lagi mengenai hasil foto hitam putih dari kamera analogue saya, masih dalam tahap developing dulu.

My Simple Product Shot

Standard

Nikon D80 (Noorvan Photography)

Hello, i want to explain my simple product shot. This photo was taken near a water tap (ceramic). i used  one lighting with the light stand in front of the product which was close for the distance between 1 – 1.5 meters.

Saya juga menggunakan beberapa kertas berwarna putih untuk di jadikan latar pada pemotretan contoh produk yang saya jelaskan ini, kertas pertama saya taruh di belakang produk dan satu kertas lagi saya letakkan di bawah sebagai alas-nya. Foto sederhana ini sebenarnya masih ada beberapa bayangan seperti terlihat di foto tersebut, dimana bisa di lakukan dengan meletakkan juga beberapa reflektor dan difuser, namun bisa juga di lakukan di software untuk menghilangkan bayangan tersebut.

Jakarta tidak Nyaman Kotanya

Standard

My Photo when i was in the Jungle of Borneo.

Terkadang pejabat Indonesia yang ada di Jakarta itu terlalu banyak omong seperti kata teman saya, Orang Indon banyak omong. Bisa-bisanya mengatakan jangan ke Jakarta, tapi apa yang bisa dibanggakan dengan jakarta, tidak punya sumber daya alam juga. Bahkan orang-orang jakarta dan jawa saja mencari dan merantau cari makan ke Pulau Kalimantan tempat saya, siapa juga yang mau ke Jakarta. Intropeksi buat pejabat dan orang orang jakarta yang dulu pernah saya bantu. Kalian itu penipu dan pecundang, pengecut. Kalau perlu saya sebagai orang asli Kalimantan bisa juga menyetop anda orang jakarta ke Kalimantan. Kalimantan kaya dibandingkan jakarta, jangan sok kamu orang jakarta. Bahkan orang jakarta saja pernah saya bantu, namun ya itu, kacang lupa kulitnya.

Cuman karena di sana tempat pemerintahan dan Ibukota Negara. Gak suka dengan tulisan saya, memang kenyataan kok. Apa ada di sana menghasilkan minyak dan batu bara, soal hasil laut, Kalimantan juga punya. Bahkan, anak anak Kalimantan yang pintar pintar bisa membangun dan menciptakan sekolah sendiri.

Sama juga di sini Australia, Tanah ini milik orang asli Aborigin, sedangkan kulit putih yang datang kesini ya orang orang buangan dari negeri eropa inggris. Cuman, orang orang Aborigin banyak terpinggirkan karena kurangnya edukasi. Ini sejarah, jadi sama saja mau hidup dimana saja.Mereka juga merantau.