Pendidikan berlandaskan Kreatifitas dan integrasi-nya Menggunakan Teknologi Interaktif

Standard

I am sorry at this time, i don’t want to speak or write in English. Otherwise, i hereby understand what people doing or saying in their conversation or class. For me, i have been learning English since 1988 (i forgot exactly),but it was when i was an Elementary School.As you know, i have never seen many Australian Kids try to speak Indonesian Language, so in my opinion, i think Indonesian Pupils or students still the best because they are trying to learn English. Just in case, this would be my advantages or added value (plus) if i can speak English Fluently. As i said before, if you are Indonesian or Asian People, in my opinion, i am bigger than you as i can understand or speak in your language.

Saya sih tidak munafik, semua orang pastinya pingin hidup juga di atas rata-rata, tapi saya pribadi telah melalui proses yang cukup lama, bukan seperti aji mumpung atau sekedar tampil terus tenggelam seperti layaknya anda belajar musik atau olahraga, semua masih perlu di latih dan di asah setiap hari. Saya masih ingat, dulu ada teman yang membutuhkan jasa fotografi saya, mereka cuman bayar saya dengan traktir makanan dan minuman, tapi saya syukuri dan nikmati. Namun, ada kala-nya harus bersifat professional juga, nama-nya juga bekerja dan usaha. Istilah-nya Teman- teman, bisnis- bisnis.

Saya masih ingat dulu sewaktu kecil, belajar sendiri bahasa Inggris dan bahasa lain-nya secara mandiri. Membeli buku terbitan dari Lado ataupun lainnya seperti tiga serangkai, dan lain lain. Bahkan saya pernah ikut belajar bahasa Inggris di kampung saya di Kalimantan Timur, berangkat sendiri dan biaya yang dikeluarkan pada saat itu jauh berbeda dengan sekarang, dulu seingat saya bahkan tidak sampai jutaan, ya mungkin sekitar 50 ribu – 100 ribu per paket, 1-3 bulan. Sedangkan ini saya mengeluarkan uang sekitar $8,000 (Eight thousand dollars) for learning English.

Sedangkan saya pribadi kalau ingin memberikan pelajaran bahasa ke Anak murid seperti yang saya lakukan dahulu saat Kuliah Kerja Nyata (KKN UGM) saya lakukan dengan tulus karena saya ingin anak anak Indonesia yang ada menjadi Pintar. Itu saya sempat berikan pelajaran bahasa Inggris dasar ke anak anak tingkat SD. Jujur kalau saya punya studio alam atau halaman yang luas, saya akan buat sekolah Ketrampilan Prakarya,Seni dan Bahasa, sehingga anak anak menjadi kreatif. Dan saya rasa cukup mengajar 1- 2 jam (Seminggu 3-4 kali mengajar) baik itu di dalam kelas atau di luar kelas.

Bahkan, untuk biaya-pun tidak perlu membayar yang terlalu mahal, namun apabila ada anak kurang mampu dan otaknya cemerlang bisa tidak perlu membayar uang pendaftaran/sekolah, tetapi harus dibuktikan dengan surat keterangan keluarga tidak mampu yang otentik. Saya dan anda semua tahu, pendidikan itu memang mahal tapi alangkah baiknya pendidikan yang mahal itu di pangkas biaya-nya,

Seperti saya punya ide, mungkin buku buku yang bekas yang masih layak bisa dijadikan bahan kajian serta kertas kertas daur ulang bisa digunakan untuk membuat buku yang baru tanpa harus membuat dari kertas atau bahan baku yang baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s