Monthly Archives: September 2012

Untitled

Standard

NP Design

Pengalaman aku di Indonesia dan disini, ya ada nilai lebih dan kurangnya, beda-nya di Indonesia yang penduduk-nya banyak pastinya lebih sulit untuk di atur oleh pemimpinnya, di Indonesia itu terlalu banyak organisasi bahkan semua tertarik pingin jadi Presiden, kalau aku sih ngapain terlalu mikirin hal begitu, Semua juga nantinya kalau Tuhan menghendaki ya bisa saja setiap orang warga Indonesia menjadi pemimpin di negeri.Tapi semua itu ada kelebihan dan kekurangannya, terutama mengenai kehidupan multi kultural.

Hal yang terasa aku jauh beda adalah,rasa kekeluargaan dan gotong royong juga menarik saat di Indonesia.Saat di Indonesia saja,kalau ada teman yang mau pinjam lensa ataupun pingin di ajari fotografi, ada yang kasih rokok ke aku,cuman saya tidak merokok, bahkan saat beli mobil bekas di Melbourne sini saja, boss-nya menawari aku rokok, cuman saya tidak mau.

Aneh saja menurut saya, kalau saya tahu aparat atau petugas disini Polisi (1 wanita dan 1 pria-Australia,pada saat itu) yang melakukan kesalahan juga apakah bisa di tindak, jangan merasa bersih juga dari hukum dan jangan memberikan denda atau sanksi yang tidak masuk akal (ridiculous or does not make sense). Sempat rasa-nya pingin emosi, biarpun aku badan kecil orangnya.Padahal saat saya membeli mobil bekas ini saya sudah bayar $750 untuk registrasi, dan lain sebagainya.

Masa hanya sebuah kertas harus di harga sampai ratusan dollar, di Indonesia saja, mobil produksi keluaran tahun sebelum 1998-1999 saja pajak-nya sudah berbeda, bahkan untuk selama 1 tahun saja dan saya punya mobil baru keluaran tahun di atas 2006 saja, bayar pajaknya kurang lebih 1 juta an rupiah, eh ini kok aneh sekali.

Saya saja selama menyetir kendaraan disini tidak pernah yang harus ngebut bahkan sesuai dengan keinginan saya, saya cuman mau naik mobil karena terkadang naik bus atau kreta yang terkadang terlambat dan delay,disatu sisi juga bawa barang banyak terutama saat ada keluarga saya datang.

Saya sih tidak perlu asuransi kecelakaan, kecuali kalau dari pihak lain yang mengendarai mobil tidak benar dan menabrak saya. Ah, tapi sebentar lagi kalau kegiatan aku di kampus lain di Nmit selesai, saya segera pulang dan menjual mobil ini. Bahkan sebenarnya dari pihak kampus memberikan kartu parkir selama aku mengikuti kegiatan tersebut. Ya, saya pakai kendaraan mobil Holden tahun 1998 ini karena jarak-nya yang lumayan jauh dari tempat kos tinggal yang saya tempati ini.

Saya jadi ingat lagu-nya band Indonesia dengan lirik-nya, lebih baik disini..rumah kita sendiri (Indonesia).Kalau ke Indonesia, pastinya aku dulu pernah di tawari dan ditelpon untuk investasi di sana.Seperti perusahaan perusahaan yang memasang iklan baik di internet dan lain lain.

Capai juga ini badan dan otak, ada satu juga pengalaman saat tinggal sama orang Korea, masa aku disuruh menyatakan suka ke wanita korea sama teman-nya itu. Padahal baru saja kenal,aku sudah tidak tinggal sama mereka dikarenakan kamarnya sudah ditempati orang lain. Saya kembali ke Melbourne ini karena pada saat saya di Kalimantan Timur, dari pihak Monash sering sekali email ke saya,padahal saya tidak mau kembali dan minta sebagian uang pendidikan yang saya bayar sendiri di kembalikan,tapi kenyataannya mereka tidak mengembalikan, ya akhirnya saya coba terusin kelas tersebut, namun apa yang saya pelajari di kelas tersebut menurut saya biasa saja, bahkan mungkin bisa saya pelajari sendiri, bagaimana kalau sebaliknya mereka mempelajari bahasa Indonesia yang benar juga.

Saya saja dahulu, ada bencana gempa di Indonesia ikut menyumbang sebesar 250 ribu rupiah, itupun karena rasa sosial saya, bahkan uang saya saja di tabungan tersebut saya coba pakai. Saya sebenarnya tidak pelit sama orang lain asalkan orang lain tersebut juga baik sama saya, bahkan dengan beberapa teman saya di kelas di Monash College yang dari Jepang dan China, saya mencoba berbagi makanan yang saya punya. Kita sama sama makan roti yang saya bawa ke kelas.

Ada satu hal buat saya, Tidak ada negara manapun yang mau di jajah,apalagi itu tanah leluhur mereka. Tidak ada itu nama-nya penjajahan di jaman sekarang, dan menurut saya sebaiknya akulturasi atau pemanfaatan lahan bersama kalaupun ada yang mau individual, ya disesuaikan dengan karakter,budaya, dan lain sebagainya.

Advertisements

Gradient and Emboss Design Technique

Standard

Noorvan Photography (Design)

Here is my simple design and i made it yesterday. Sometimes i am so tired and bored. On the other hand, i have to manage and do my daily activities by myself such as cooking, ironing, photography, and so on. Ya Allah Tuhanku, terkadang aku masih kesal sama orang yang pernah menipu aku dan berjanji sama aku, tapi mungkin aku sementara ini bisa berdoa saja…Mudah mudahan orang seperti itu ada balasan-nya.

Impianku jangka pendek ini bisa membeli tanah dan berusaha untuk membangun dengan keuangan yang ada, bahkan sebisa mungkin mencari tukang bangunan atau sebagian di kerjakan sendiri seperti membangun pondasi dengan sistem concrete (cor-cor-an) ataupun dengan sistem decking. Tapi pasti-nya membutuhkan peralatan yang lumayan banyak juga, dari peralatan tukang,gergaji, kayu (wood/timber), hammer (palu), dan lain sebagainya.

Terkadang aku menangis sendiri di kamar,semua aku lakukan sendiri disini.kalaupun terkadang aku sedih,biasanya ya aku bawa jalan sambil memotret dengan kamera analog dan digital aku dan sambil berbelanja sayur,roti untuk dimasak sendiri.

Kemarin aku sempat bersitegang sama 2 orang polisi disini saat aku dari atm, trus mau mendenda aku seenak-nya saja, padahal mobil bekas yang aku beli ini dulu-nya sudah di bayar registrasi-nya di Vic Roads sebesar $750, maka-nya aku tidak terima, sudah beberapa orang yang berjanji dengan aku saja sampai sekarang belum di bayar. enak saja mau meras saya, sudah saya bekerja sendiri dan semua aku lakukan sendiri tanpa orang tua pun disini.

Maka-nya setelah kegiatan aku dikampus Nmit selesai, mau aku jual mobil aku buat tambahan biaya aku pulang. Aku sudah tidak senang dengan kampus Monash gara gara uangku yang hampir 80an juta rupiah cuman untuk belajar bahasa inggris yang menurut aku biasa saja, uang itu hasil dari jual rumah sendiri untuk keperluan biaya tersebut.

Di Indonesia saja, aku punya mobil Kijang Toyota yang dipakai untuk usaha saja, bayar pajak kendaraan saja gak sampai 2 juta rupiah untuk setahun, padahal mobil tersebut keluaran tahun 2000 keatas, eh disini malah mobil keluaran tahun 1998 kok malah mau dimintain pajak yang tidak masuk akal nilainya.

Saya terkadang pakai mobil kalau memang bawa barang banyak dan jarak yang ditempuh jauh,serta juga terkadang kalau naik kreta itu atau sarana publik yang cenderung harus menunggu dan terkadang juga delay/terlambat, maka-nya saya cuman butuh kendaraan pribadi biar untuk bisa lebih awal datang serta kalau ada seperti keluarga saya yang datang pada saat itu ibu saya.

Saya kagum sama karya siswa/mahasiswa dan orang disini, terutama dibidang design,konstruksi juga. Saya sedikit juga mulai paham dan memahami sendiri semisal bagaimana membangun jembatan, faktor apa saja yang harus di perhatikan, setelah saya pikir ternyata ada faktor beban maksimal yang harus di perhitungkan agar jembatan tidak ambrol/runtuh serta, juga faktor angin, terlepas juga faktor teknis lain-nya seperti pondasi dan lain sebagainya.

Terkadang punya impian, bagaimana membangun jembatan diatas laut lagi yang menghubungkan pulau pulau di Indonesia,tapi sepertinya mustahil apalagi mengenai jarak yang jauh sekali serta bagaimana kalau merusak ekosistem laut dan biota-nya seperti terumbu karang, dan lain lain.

Maka dari itu, terkadang kalau aku suntuk, ya aku menulis sesuai ide dan pemikiran aku biar tidak jenuh dan sedih juga.

At least at the moment, i have to spend my money wisely…terutama kalau nanti aku sakit dan juga keperluan saat aku mau butuh hiburan dan jalan jalan, semua-nya ya tidak mungkin gratis.

Untitled

Standard

Adobe PS 3

Beberapa hari ini saya sedang mencoba mencampur bahan kimia untuk memproses film hitam putih, bagaimana reaksi-nya apabila di campur dengan kopi atau teh. Saya sempatkan juga untuk membuat beberapa desain sederhana. Oya, untuk membersihkan sensor kamera digital, menurut pengalaman saya tidak cukup hanya dengan memakai blower saja, tetapi menggunakan cairan dan alat untuk menyapu atau membersihkan sensor tersebut yang berwarna hijau, tapi sebelumnya harus di atur dahulu mirror lock-up-nya.

Dan pastikan dahulu juga baterai dalam kondisi penuh. Untuk mengecek apabila tidak ada noda atau debu yang menempel di sensor, sebaiknya coba lakukan pemotretan di bidang polos atau berwarna putih dengan memakai nilai aperture yang besar semisal f/22 atau f/16. Apabila masih ada noda atau debu yang masih menempel, coba lakukan pembersihan lagi dengan menyapu bagian sensor dengan alat dan cairan tersebut secara perlahan.

Opp Shop (Toko Barang Bekas) Bermutu

Standard

Opp Shop – Photo by Noorvan

Photo by Noorvan

Hi…i want to share my life experience in Australia. Hal yang menarik terutama yang senang berbelanja dan mengoleksi barang barang bekas yang masih bagus kondisi-nya dan juga unik serta bisa mendapatkan barang yang memang di cari atau dikoleksi. Toko barang bekas semacam ini sangat banyak sekali di Australia, bahkan barang barang yang bisa anda inginkan bisa anda dapatkan dengan harga yang lumayan tidak mahal dengan kualitas yang masih bagus.

Toko barang bekas yang biasa di sebut dengan opp shop ini menjual dari berbagai pernak pernik rumah tangga, pakaian, dan lain sebagainya.Namun perlu di ingat, harga yang tertera tidak bisa di tawar lagi karena toko ini juga menerima jasa jual beli. Semoga buat para pemburu barang antik dan bekas memperoleh barang yang di inginkan…happy shopping.

If you have Good Skills then You can Sell or don’t sometimes give it free

Standard

Noorvan Photography (Nikon D70)

Why i said about the title that i have made for my writing blog. Certainly, it is about how i admire and proud of myself and to be a professional within my activities. For some reason, people are paid for their ability and skill which are including productivity, quality, delivering time and so on. So that, it is not fair to point or mark a quality of working with the same price.

Konteks dalam hal ini, saya membicarakan masalah kualitas kerja dan cara menghargai diri anda sendiri dengan kemampuan yang anda miliki, secara pribadi saya tidak setuju kalau ada yang memberikan penilaian atau harga terhadap barang atau jasa secara merata terlepas masalah selera pasar atau konsumen.

Dalam hal ini, baik itu dibidang sosial maupun eksak dan bidang bidang lain-nya. Memang ada kualitas yang benar benar sempurna (excellent) ya itu tadi karena melalui suatu proses dan ketelatenan yang tidak dimiliki setiap orang. Ada satu hal yang membuat saya jadi bangga terhadap hal ini, yaitu soal menggunakan suatu produk dan efektifitas dan kegunaannya bagi sang pengguna dan tujuannya, terlepas dari faktor alam atau kekuatan lain yang mempengaruhi.

Semisal sebagi contoh, ada yang mempunyai mobil mewah katakan Mercy dan saya hanya memiliki mobil buatan Jepang atau yang level-nya di bawah Mercy. Tapi dalam konteks ini, saya ingin ke suatu tempat katakanlah ke Pantai A. Sama-sama mengendarai mobil, namun yang satu-nya mengendarai mobil dengan harga yang berbeda, tapi yang saya ingin perjelas bukan masalah kualitas dan harga dalam hal ini, namun bagaimana saya bisa sampai di lokasi pantai tersebut. Toh, akhir-nya bisa sampai juga biarpun memakai kendaraan buatan Jepang.

Ya, semua itu kembali ke masalah prestige, gengsi dan gaya hidup. Tapi sebenarnya apa yang mau dicapai toh tujuannya sama, mungkin ada yang memang bangga menggunakan barang mewah karena prestige,gengsi dan kenyamanan, terlepas saya tidak tahu bagaimana mendapatkan barang mewah tersebut.

Selama tulisan di blog ini saya buat memang membutuhkan riset dan jawaban dari responden, tapi apa yang pernah saya lakukan dahulu dan pernah saya coba riset dengan kuisioner, tidak semua responden mau menjawab bahkan setiap responden bisa saja berubah pikiran, ya itulah. seperti ada tagline ataupun semacam slogan “Mempertahankan itu lebih sulit daripada merebut atau menggapai”. Melakukan riset memang harus benar sesuai dengan data diri,gender (wanita & pria), usia, jenis pekerjaan, nationality, dan lain sebagainya.

Menurut hemat saya, dijaman sekarang adalah bagaimana berperang secara ekonomi,artinya menjual produk dan jasa dengan kualitas yang bisa memberikan kepuasan dan harga yang relatif terjangkau serta adanya “repetition buying”, terlepas ada yang menjual barang mewah dan mahal dikarenakan juga karena faktor bahan material dan kualitas yang benar optimal, namun setiap pasar memiliki segmen segmen tersendiri. Belum lagi faktor efisiensi karyawan/tenaga kerja yang sekarang bisa di lakukan secara automation.

Kentmere Black and White Developing Film

Standard

Noorvan Photography (Developing B/W Film) A Self Taught in Photography

Noorvan Photography (Developing B/W Film) A Self Taught in Photography

Noorvan Photography (Developing B/W Film) A Self Taught in Photography

Hello,

After finishing developed my Black and White film (Kentmere) in a bathroom by myself. But, before i did the process, last night i put the film on the reel by myself in a darkness (totally).

For you to know, i always keep the stop bath and fixer chemicals because they can be used again for about 5 – 10 rolls film.

Oya, untuk proses pencucian dan pengeringan, saya hanya menggunakan wetting agent dari produk Ilford dan saya basuh cuci selama 20 menit dengan mengaduk dan saya biarkan setelah proses pengadukannya.  Nanti saya akan sertakan hasil cuci film hitam putih ini setelah melalui proses scanning ataupun nanti saya di cetak dengan memakai enlarger.

Ya Allah Tuhanku, mudah mudahan cepat laku mobil ku dan lain lain…