Monthly Archives: January 2013

Untitled

Standard

_MG_1498

Created by Noorvan Photography

Created by Noorvan Photography

Terimakasih, thanks for everything in this world. I don’t want to go to doctor because i am a self-healing. I believe by myself with traditional Treatment even i have a health insurance. I believe in You. I don’t smoke and i don’t like drugs.

Advertisements

Kintamani Village (Countryside)

Standard
Noorvan Photography

Noorvan Photography

 

Created by Noorvan Photography

Created by Noorvan Photography

In Bali Island, there are 2 mountains which are Batur and Agung Mountain. Kintamani is one of Village (Countryside) in Bali island. Most of people in Kintamani works as farmer by planting corn tree, and so on.

In Addition as a quiet place which is located on the hill, the weather in Kintamani quite cold.

Untitled

Standard
Noorvan Photography

Noorvan Photography

In Bali, there are many people from East Java and Lombok (NTB) were working in Construction Project. They built villas, houses (property), boarding house and so on.

I met some people from Lombok (NTB) and they are young people. Some of them graduated from Senior High School (SMK) and the rest of them from Elementary School such as Mr.Udin. We shared and talked about our experience.

Alright, Good bye and see you again in another time and place where we can meet again in the future.

Tour of Duty

Standard
Photo by Noorvan Photography (Nikon F4+Lucky Film)I developed the film by myself.

Photo by Noorvan Photography (Nikon F4+Lucky Film)
I developed the film by myself.

Photo by Rosyid (a photo of mine)

Photo by Rosyid (a photo of me and it’s mine)

Hello, i want to share my experience in Bali. I met some people (Indonesian People). I was painting the wall with cement. These people are originally from NTB (Lombok) which is close to Bali Island in Indonesia.

That’s all for my short story…

Photo by Rosyid

Photo by Rosyid

Untitled (Tool,Quality,Gadget,etc)

Standard
Noorvan Photography

Noorvan Photography

Noorvan Photography

Noorvan Photography

Noorvan Photography (Nikon F4+lucky film)

Noorvan Photography (Nikon F4+lucky film)

What I am going to say about my title and opinion. It is not only about the quality, but it is about the person who operates the camera or tool. In my opinion, if you want to compare (benchmarking) head to head or apple to apple then you have to compare with the same grade.

Without being affected by technical aspect and I believe everyone has understood or known about it (technical aspect). So that, I concern about the point of art (message) from the process and result which is produced by digital camera or analog.

Alright, let me say like this “ A good Photograph is a photo which can deliver a good or fact message “ but I like the quality picture too.Picture can tell everything.

Hal yang selama ini saya amati mengenai perkembangan teknologi baik itu barang elektronik dan lain-lain, terutama peralatan kamera. Saya, cenderung berpendapat bahwasannya kamera itu hanyalah sebuah alat yang dibuat oleh manusia melalui sebuah rangkaian elektronik.

Ada yang berpendapat bahwa kualitas foto haruslah bagus, namun menurut saya sah sah saja sih pendapat orang orang tersebut, karena seni itu setiap yang di rasakan juga berbeda dari sang penikmat atau yang melihat hasil dari seni yang dihasilkan dari sebuah kamera, bahkan hasil atau olahan yang di kerjakan pekerja foto itu bisa mempunyai segmen tersendiri dari para audiens-nya.

Terlepas dari kamera-kamera yang bermunculan, ada baik-nya untuk membandingkan sebuah kamera dengan kamera yang lain atau istilah-nya benchmarking, setidaknya secara head to head membandingkan kamera tersebut dengan grade atau tingkatan yang sama dengan beberapa jenis merk kamera yang beredar.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa hasil kamera low-en, middle end dan high end mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Tapi kalau untuk keperluan resolusi kecil saya kira kamera-kamera low end dan middle end sudah sangat cukup karena menurut opini saya disesuaikan dengan kebutuhan yang akan mau ditampilkan.

Saya pribadi menilai suatu karya seni bukan berdasarkan karena unsur pertemanan, bahkan ada yang beberapa karena unsur pertemanan. Menilai sebuah karya foto atau melakukan penjurian banyak sekali faktor-faktor-nya dari tingkat kesulitan, selain bicara teknis seperti kontras,komposisi dan lain lain.Buat saya pribadi lebih cenderung untuk menjual hasil foto daripada di ikutkan lomba, karena secara linear foto yang menarik bisa saja memiliki peluang untuk menang.Ini yang pernah saya katakan ke beberapa fotografer senior atau pun lainnya.Bahkan, saya tidak pernah secara resmi sekolah formal dibidang ini, belajar sendiri sesuai dengan waktu dan pengalaman yang berjalan dengan sendiri-nya.Sertifikat dan ijazah hanyalah sebuah label dari suatu pengukuhan dan yang terpenting bagaimana tetap berkarya biarpun dengan kamera yang seada-nya.

Pengalaman saya pribadi dengan wartawan kompas yang bernama Arbain R. Saya bilang ke dia, anda biarpun senior seharusnya bisa menilai yang benar biarpun dengan nama besar Kompas dan lain-lain, bahkan dia mengatakan tidak ada juara 1, aneh saja, padahal di lomba di katakan ada juara 1, dari situ saya katakan tidak professional.Bahkan dia mengatakan ke saya dia sempat di Hujat banyak orang, ya saya bilang ke dia tentang parameter parameter tersebut. Enakan jadi Independen yang berdiri sendiri, tidak takut dengan nama besar perusahaan perusahaan tersebut cuman karena usia lebih tua belum tentu kredibel.Bahkan,dia menyuruh saya untuk membuat lomba,bisa saja saya buat dan saya yang menilai sendiri, padahal dalam aturan-nya tertera ada hadiah pertama,berupa trophy dan kamera,ntahlah bisa saja itu hadiah pertama dan kamera di ambil atau dipakai sendiri karena pingin mempunyai-nya.

Bahkan yang lebih konyol lagi, ada yang membuat komunitas sendiri dan seakan-akan komunitas mereka yang bagus dengan berbagai macam penghargaan yang diberikan sebagai fotografer top atau apalah, yang aneh-nya dulu mengejek saya soal kualitas foto saya,eh tahu-tahu sekarang malah minta bantuan ke saya untuk jadi anggota-nya dan lain-lain, padahal ya kualitas-nya juga biasa-biasa saja.Buat saya masih mending saya,tidak perlu belajar sekolah IT dan fotografi pun juga bisa,asal memang tekun dan pastinya brain (otak) dengan usaha dan doa pasti bisa.

Yang bikin saya heran,ada saja anggota muda ataupun yang lebih tua asal komen tanpa punya karya dan lain sebagainya,maka dari itu lebih baik tidak perlu foto di rating atau di nilai buat saya pribadi,mendingan jualan foto karena saya yakin setiap foto yang dibuat ada penikmat foto tersebut. Kegiatan foto buat saya salah satu usaha saya, Toh saya yakin semua ada segmen tersendiri untuk berkarya dan menikmati hasil usaha tersebut.

Yang bikin tidak suka lagi dengan komunitas tersebut adalah, sudah ikut berbayar disitus tersebut yang katanya bisa menghasilkan uang biarpun tidur sekalipun ya tidak ada benefit-nya ke saya, maka dari itu lebih enakan buat situs sendiri daripada di pajang disitus tersebut.Sejak saat itu ya saya tinggalkan saja komunitas tersebut dan kemudian ada komunitas lain yang mengajak.Di satu sisi juga tidak tertarik komplain seperti yang di anjurkan dari seseorang.

Bahkan di era sekarang, bagaimana supaya dalam satu alat tersebut di buat sedemikian simple (sederhana) namun kaya akan fitur-fitur, biarpun kecil namun menghasilkan dan mempunyai manfaat yang besar.

Semenjak era internet ini, saya malah cenderung melakukan pemeran secara online, dimana teknologi informasi mempunyai peran dalam memberikan informasi,hiburan, dan lain-lain. Terlepas juga dengan melakukan pameran secara offline di tempat-tempat publik atau ruang pameran serba guna.

PS : saya punya bukti-nya atas janji dan kemenangan saya tersebut, bahkan mungkin di pakai orang lain,ntah itu siapa kah,padahal itu hak saya akan uang tersebut yang dijanjikan ke saya. ada bukti-nya secara korespondensi, tapi biarlah saja,kelak manusia-manusia seperti itu ingat akan janji-nya dan itu bukan fraud atau money laundering. itu adalah janji mereka ke saya yang sampai sekarang lupa dan saya ikhlaskan saja, toh suatu saat kalau mereka ingat ya silakan.

Kalau cuman buat lomba seperti itu saja bisa dan saya sebagai juri-nya.Terkadang saya pingin marah dengan kelakuan politisi,tukang fitnah orang lewat media yang dibuat-nya baik itu televisi dan media cetak, karena iri, seharusnya ya mereka berbesar hati dengan kenyataan, padahal perusahaannya saja mungkin tidak becus mengurus pekerjaannya, seperti kasus lapindo,ntah itu TV one atau metro, kalau saya pribadi kalau tidak mampu mengerjakan ya gak usah maju daripada merusak karena faktor teknis bukan karena faktor alam, kalau faktor alam tidak bisa disalahkan karena itu kehendak Tuhan yang Maha Kuasa.

Pasti ada yang tidak suka dengan tulisan saya dan ingin membalas dengan memfitnah saya,padahal memang kenyataan, maka dari itu bisa saja uang yang saya punya itu dipakai untuk ganti rugi.