Untitled

Standard
Noorvan Photography

Noorvan Photography

This is a Photo of My Grandma (Nenek). A few days ago, she asked me, when will you come back to Melbourne ? and i said ” I don’t know”. If i want to get back to Melbourne, she was asking me to buy some candies and of course money before i am going to leave from here.

Her age is more than 80 years old. To be honest, she can not see because of her eyes (blind). She asked me to find doctor or hospital that can do some treatment or cure her eyes.For this reason, it will danger to make an operation for her eyes, just in case because of her condition (body and health).For you to know, my grandma did not have any degree but i must admit her about her life until now.

I am bored and tired of everything here.

Sebenarnya saya tidak bangga jadi orang Indonesia, karena biarpun ini negara kaya Sumber daya Alam, tapi banyak korupsinya, dari saudara Presiden yang sekarang saja juga pernah korupsi tapi masih bisa enak-enak kan dan menikmati kehidupannya,tapi ya itu tadi Presiden-nya tidak berani karena merupakan salah satu keluarga (Mantu,besan),dll. Belum lagi partai-partai yang ada, saya katakan semua partai itu sama saja.Keluar penjara juga masih bisa senang-senang, ya itulah potret kehidupan berbangsa di Indonesia. Terserah orang lain menilai saya tentang kehidupan ini,karena ini pengalaman hidup saya yang lumayan banyak, dari masalah pribadi baik berteman atau berbisnis,belum lagi lihat tingkah polah para pejabat, terkadang saya cuman bisa menahan amarah ini,tapi aku yakin ada balasan manusia-manusia yang pernah menipu saya tersebut.

Di lain sisi, perkara ada yang menilai saya tidak beragama ya tidak apa apa,toh bahkan ada yang beragama malah lebih bejat dari saya. Saya tidak pernah ke tempat ibadah,karena saya melihat banyak juga yang munafik, seperti menjalankan islam tapi tidak islami. Terkadang saya merasa aneh kalau pernah membaca kitab-kitab suci, ada hal yang dilarang di kitab suci tersebut,tapi kenyataannya umat di dunia yang tidak mentaati tidak ada efek atau dampaknya. Dari beberapa manusia yang pernah saya temui,ternyata ya banyak yang munafik,cukup saya saja yang tahu.Contoh sederhana saja, pernah saya tanyakan,anda tidak akan berpolitik tapi kenyataannya berpolitik, terus anda tidak merokok tapi kenyataannya merokok,istilahnya awal-nya berpendirian bicara “A” tapi belakangan bicara lain “B”. Yah,itulah karakter beberapa manusia, susah di tebak karena menyangkut dan tergantung situasi dan bisa saja mengikuti arus. Jadi seperti peribahasa “Seperti air di daun talas”.

Terkadang saya berfikir, kalau mereka bekerja dengan tidak halal atau korupsi,pastinya kelak Tuhan tidak akan memberikan kenikmatan yang kekal. Tapi biarlah, bosen terkadang mendengar dan melihat peristiwa-peristiwa seperti itu.

Sebagai contohn saja, saya pernah berjanji dengan sekelompok pejabat baik di Indonesia dan di luar negeri, Semisal saya janji jam sekian, eh ternyata mereka pada molor atau telat janji lebih dari 2 jam sampai 3 jam. Dari situ saya bisa menilai karakter suatu masyarakat bangsa tersebut,kalau telat sekitar 10- 15 menit masih bisa dimaklumin. Tapi ya begitulah, ya saya maklumin saja, dari pada saya marah dan bisa darah tinggi naik.

Bahkan, kemarin Pak Simon pernah cerita ke saya soal korupsi yang menjalar ke organisasi sepakbola di semua negara.Terkadang saya marah dan benci,karena apa yang telah saya keluarkan banyak uang tidak sesuai dengan harapan apa yang saya mau, saya tidak munafik, karena saya ingin hidup kecukupan dengan kerja saya juga selama ini,bukan cuman seperti raja,atau bankir yang sekedar tandatangan langsung keluar uang seperti yang saya dengar ulasan seseorang mengenai orang seperti itu.

Pada dasarnya, resiko seorang bankir memberikan kredit kepada nasabah juga harus dilihat dari studi kelayakan bisnis dan juga resiko kredit macet.Tapi,kenyataan banyak juga yang ngemplang duit hasil pemberian kredit tersebut.

Apalagi saya pernah tinggal di negara lain dan pernah lihat keadaan negara lain, ada beberapa hal yang bisa aku petik dari kehidupan ini. Biarlah mereka melakukan apa yang mereka sukai tanpa harus mengganggu kehidupan saya juga, seperti teman saya yang mengatakan demikian, kalaupun ada kaum Gay atau Lesbian ya biarkan saja asalkan mereka tetap setia dengan pasangannya, itu salah satu contoh kebebasan dalam berdemokrasi. Tapi ada sekolompok kalangan itu menilai bahwa itu semacam penyakit kelainan seks. Di negara maju, seorang yang sudah dewasa (akil baligh) umur diatas 20-21 tahun sudah bisa menanggung resiko terhadap perilaku yang di jalanin, seperti yang boleh meminum minuman beralkohol yang berumur di atas 18 tahun, serta ada tempat prostitusi atau istilahnya “Brothel” yang boleh masuk harus di atas umur 18-20 tahun ke atas.

Itu semua ada di negara dimana saya pernah tinggal dan berkunjung ke negara-negara lain sesuai dengan kebijakan hukum yang mereka buat. Usaha tersebut memang mempunyai ijin usaha, bahkan pernah suatu ketika tempat “Brothel” tersebut ada politisi di negara tersebut yang mendukung dan membekingi seperti yang pernah saya ketahui.Tapi apa mau di kata, toh itu kebutuhan jasmani/seks yang dijajankan. Menurut saya, seperti istilah dalam ekonomi, ada “Demand” dan ada “Supply”. Buat,saya kalau yang sudah dewasa sudah bisa menanggung resiko masing-masing tentang kehidupan yang ada di dunia ini.

Bahkan, yang pernah menikah secara resmi saja bisa cerai,ntah karena apa. Tapi pada dasarnya, menikah itu suatu ikatan yang resmi dan lekang sesuai janji yang diutarakan, pada intinya ya menurut saya ” Mau mensyukuri hidup dan berkomitmen sesuai ikrar janji sampai maut atau ajal menjemput”. Itulah susah kehidupan, manusia yang ingkar janji cuman bisa minta maaf saja segampang dengan mengucapkan dengan mulut walaupun sudah berjanji hitam di atas putih (perjanjian kertas),tapi kenyataannya ya cuman berkata maaf,sering saya mendengar hal ini dan mengatakan ke saya juga demikian.

Tapi apa mau di kata…that’s a life…bahkan di dalam kehidupan lain saja,dengan cara di suap atau kasih uang damai semua masalah jadi terselesaikan, mungkin buat sebagian orang atau manusia hal tersebut bisa tapi ntah sebagian yang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s