Monthly Archives: August 2014

Saya Noorvan

Standard

DSC_2543DSC_8287Jaman sekarang, mana ada yang mau nerima orang seperti saya kalau tidak ada uang dan harta. Saya saja sudah kerja keras tidak di bayar sampai sekarang, bahkan harta yang saya punya saja di gunakan saudara beserta istri dan suami-nya. Padahal sudah seharusnya sendiri-sendiri. Punya saudara saja, kalau minjem uang saja dikenakan bunga, padahal kalau saya sendiri ada teman atau saudara saja pinjem uang tidak pernah harus kasih bunga. Bahkan, pernah bayar-nya lama saja saya bisa memaklumin.

Tapi bagaimana kalau sebaliknya orang lain ke saya ya, mungkin saya saja bisa dikenakan bunga dan lain-lain. Itulah karakter manusia berbeda-beda, mungkin ada istilah Teman ya teman, bisnis ya bisnis.

Ayah saya dulu saja berkata, kalau budaya jawa, ada anak lelaki tertua yang didahului nikah sama adik-adik-nya harusnya memberi upeti ke saya, eh ini malah sebaliknya, harta yang saya punya di pakai, padahal mereka bisa beli sendiri ntah dengan cara kredit atau beli mobil bekas,dll.

Memang saya masih sendiri (single) belum berkeluarga, tapi saya punya usaha sendiri. Saya juga tidak munafik ingin kaya dan berkecukupan dengan cara yang halal dan sesuai kemampuan. Tinggal saya yang memang belum berkeluarga, Ntahlah jodoh,rejeki,dll semua mungkin Tuhan yang ngatur terlepas dari usaha dan doa. Saya bukan-nya tidak mau berkeluarga, bahkan ada saudara dari Ibu sendiri,dll yang ingin menjodohkan saya ke orang lain, tapi saya tidak berminat.

Saya belajar dari pengalaman saya punya hubungan dengan wanita yang penipu dan pengkhianat cinta tersebut,banyak waktu,tenaga,materi dll yang saya korbankan. Maka dari itu, sebelumnya saya harus meng-inventarisir harta dan lain-lain kalau ingin berkeluarga. Jaman sekarang kebanyakan wanita cuman mau kalau ada uang dan harta, apa mau di ajak dalam keadaan suka dan duka ?,Roda kehidupan kadang berputar dan naik turun kehidupan tinggal bagaimana manusia itu bisa mensyukuri, sabar, tahan godaan,dll.

Kalau saya sih tidak suka poligami karena menghargai perasaan wanita yang saya suka dan juga sebaliknya wanita tersebut juga harus menghargai,jujur dan menjaga komitmen bersama. Kalau Tuhan berkehendak, pingin punya anak dari darah daging sendiri dan punya keturunan yang baik,dll. Jadi kalau sewaktu-waktu saya meninggal, harta saya bisa saya wariskan ke anak kandung darah daging sendiri.

Punya rumah yang di yogya dulu di jual seharga 420 juta, bahkan sekitar 100 juta saya berikan ke Ibu saya, sisa-nya saya pakai untuk biaya sekolah,tempat tinggal,makan,beli buku,transportasi, ikut MUELC saja sudah hampir keluarin biaya hampir 80an Juta rupiah.

Mana pernah hidup di Australia saya foya-foya, bahkan pernah untuk makan saja saya sampai berhemat dan pernah cuman minum milo dan roti, pernah 2 hari puasa. Main-main ke tempat hiburan dan diskotik saja saya tidak pernah bahkan jarang, karena gaya hidup saya yang memang bukan tipe seperti itu. Kalau sekedar hiburan, ya paling saya berolahraga main tennis meja,sepeda dan golf. Itupun saya bayar dan jarang sekali main golf,dll.

Di visa saya dulu ada working permit, bahkan kalau ada event mengenai kebudayaan Indonesia dan China saja, saya di bayar seikhlas-nya kalaupun tidak dibayar ya paling cuman sekedar diberi makan. Kegiatan-nya ya ikut jadi memainkan barongsay, dan motret pas acara Imlek di Australia dan acara-acara budaya karnival lain-nya.

 

Advertisements